SMA NEGERI 1 MARTAPURA

Home

Pengenalan Adiwiyata

Ujian Nasional Perbaikan Tahun 2016

Keutamaan Shalat Dhuha

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA


Apa saja hadits-hadits yang shahih tentang keutamaan shalat Dhuha?

Alhamdulillah.

Pertama: Shalat Dhuha merupakan sunnah mu'akkadah, terbukti telah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan Muslim, no. 1176, dari hadits Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,

( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ ) .

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya."

Read more: Keutamaan Shalat Dhuha

Pramuka Wajib Kurikulum 2013

PRAMUKA WAJIB KURIKULUM 2013

Model pelaksanaan ekstrakurikuler wajib kepramukaan dalam kurikulum 2013. Seiring dengan diberlakukannya kurikulum 2013, kepramukaan (latihan pramuka) ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI), SMP dan MTs, serta SMA, MA, dan SMK. Sebagai ekstrakurikuler wajib, kepramukaan harus diikuti oleh seluruh peserta didik dalam sekolah tersebut. Karenanya, pelaksanaan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 diorganisasikan dalam model-model tertentu.

Read more: Pramuka Wajib Kurikulum 2013

10 Tahun Lagi, Ahli Matematika Makin Dibutuhkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Ilmu eksakta makin tahun makin memegang peranan penting. Bahkan kini muncul model pendidikan STEM, yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika, yang semuanya merupakan cabang dari ilmu eksakta. Model pendidikan ini dipercaya menjadi kunci sukses bagi anak-anak saat ini.

Franchise Division Director Eye Level Indonesia, Afan Suryadi, mengatakan bahwa dari riset yang dilakukan oleh National Science Foundation, sekitar 80 persen pekerjaan pada 10 tahun mendatang membutuhkan generasi yang ahli matematika dan ilmu pengetahuan serta melek teknologi.

Read more: 10 Tahun Lagi, Ahli Matematika Makin Dibutuhkan

Empat Pilar Pendidikan

 

Menurut Laporan Komisi Pendidikan Internasional UNESCO, di abad ke-21, pendidikan harus berpijak pada empat pilar, meliputi:

 

1.     Learning to know (belajar untuk mengetahui)

Hal ini merupakan kebutuhan hakiki sekaligus penanda keberadaan manusia. Orang harus belajar mengerti lingkungan sekitar mereka.

 

2.     Learning to do (belajar untuk melakukan)

Belajar haruslah mengubah potensi menjadi kecakapan, terjadinya peningkatan kompetensi. Hal ini dinilai dengan melihat campuran antara kecakapan, bakat, prilaku sosial, inisiatif  pribadi dan kesediaan untuk bekerja. Ini juga sering dipandang sebagai kecakapan interpersonal atau memberdayakan kecakapan orang-orang. Pengetahuan bersama dengan kualitas lainnya seperti komunikasi, tim building dan kemampuan pemecahan masalah sangatlah dibutuhkan dalam sektor layanan sekarang.

Setiap orang harus belajar untuk bertindak tepat dalam berbagai situasi dan harus terlibat dalam pembentukan masa depan.

 

3.     Learning to be (belajar untuk menjadi)

Maksud pengembangan adalah pemenuhan secara menyuluruh kebutuhan seseorang secara holistic sebagai individual, anggota keluarga dan komunitas dan bertanggung jawab sebagai warga Negara.

 

4.     Learning to live together (belajar untuk hidup bersama)

Pendidikan harus membantu peningkatan semangat dan kemampuan berempati peserta didik sehingga ia berdampak positif terhadap lingkungan kehidupan sosialnya. Mengerti satu sama lain, menyelesaikan konflik melalui dialog dan diskusi merupakan sajian penting pada pendidikan sekarang

 

Sumber:http://www.citehr.com/96499-four-pillars-learning.html

 

Sepuluh Falsafah Pendidikan Jepang

 

 

Membaca sepanjang hayat, mungkin merupakan salah satu prinsip yang dimiliki hampir seluruh Orang Jepang. Dimanapun dan kapanpun hampir tidak kita temui mereka jauh dari buku atau sesuatu yang mereka baca. Di angkutan umum, kereta api, sekolah bahkan sampai di rumah pun, buku merupakan favorit mereka. Itulah salah satu kunci sukses Orang Jepang, terutama paska peristiwa “Memilukan” yang menimpa mereka tahun 1945 lalu. Mereka bisa bangkit dari keterpurukannya, menjadi salah satu negara yang berkembang cukup pesat, mengalahkan negara-negara lain di Asia.

Read more: Sepuluh Falsafah Pendidikan Jepang
  • Peserta Lomba
  • Juara 1 Lomba Di Provinsi Sulawesi
free best joomla slideshow

Statistik Pengunjung

037799
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bolan Ini
Bulan Kemarin
Semuanya
989
740
3130
28310
25469
12330
37799

Your IP: 54.242.224.250
Server Time: 2016-09-28 20:25:13

Peraih Adiwiyata Mandiri

Prestasi Sekolah

Dokumen Akademik

Galeri Kegiatan Sekolah

Joomla templates by Joomlashine