Print
Category: Berita
Hits: 5643

 

 

    

Alhamdulillah, telah dilaksanakan vaksin untuk pelajar di SMA Negeri 1 Martapura, yang diselenggarakan Badan Intelejen Negara (BIN) sebagai bagian kegiatan vaksinasi massal untuk pelajaran dengan tema "Indonesia Sehat, Indonesia Hebat", pada hari Kamis tanggal 23 September 2021.

Pihak sekolah melakukan persiapan dan koordinasi pelaksanaan dengan melibatkan hampir seluruh tenaga Pendidik dan Kependidikan bekerjasama dengan dua tim kesehatan dari sejumlah Puskesmas, setiap tim ada 10 orang (total 20 tim kesehatan), untuk menjamin kelancaran pelaksanaan vaksin.

Ada dua sisi utama dalam pelaksanaan kegiatan ini:

1. Petugas dari sekolah yang ditempatkan dalam sejumlah pos mulai kedatangan, cek suhu badan, penyerahan formulir screaning ditambah pemberian nomor urut antrian, pengaturan peserta tunggu yang didistribusikan ke ruang-ruang tunggu (menggunakan kelas-kelas), mendistribusikan ke ruang tunggu pelaksanaan, cek registrasi (ada 4 petugas komputerisasi), peserta menempati kursi di ruang tunggu pelaksanaan, kemudian proses screaning kelayakan vaksinasi, proses vaksinasi sendiri, lalu pendataan peserta tanda sudah vaksinasi baik dari pihak tim kesehatan maupun pihak sekolah, dari pihak sekolah dikerahkan empat petugas kompetrisasi, selain petugas komputerisasi dari tim kesehatan, yang melakukan pendataan dengan aplikasi vaksin khusus. Mengenai data yang diperlukan terutama: nama, NIK, nomor HP, dan alamat, pihak sekolah membantu mengkolaborasikan database yang dimiliki sekolah ke tim digital petugas kesehatan, sehingga ini sangat membantu kecepatan proses administrasi, sehingga peserta pelajar mendapatkan surat pernyataan atau bukti telah divaksin tahap I.  Peserta yang telah divaksin diistirahatkan pada ruang observasi, hingga waktu boleh diperkenankan pulang. Pengaturan peserta yang datang, didukung dengan sistem antri dan pendistribusian ke ruang-ruang tunggu dan pemanggilan bertahap sejumlah peserta masuk keruang tunggu vaksin penting sekali untuk menghindari kerumunan dan menjaga ketertiban dan lancarnya kegiatan.

2. Petugas tim kesehatan, tinggal melakukan tugas pemaksinan dari input siswa yang telah dikelola pihak sekolah sedemikian rupa, dan untuk pendataan dibantu dengan mengkolaboraikan data yang ada pada database sekolah.

Adapun vaksin yang digunakakan adalah jenis Sinovac. Vaksin Sinovac atau CoronaVac dibuat dengan metode inactivated virus atau virus corona yang sudah dimatikan atau dilemahkan, sehingga vaksin ini tidak mengandung virus hidup dan tidak bisa bereplikasi. Virus corona yang sudah mati ini kemudian dicampur dengan senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Senyawa ini berfungsi merangsang sistem kekebalan dan meningkatkan respons terhadap vaksin. Lebih jauh, klik.

Alhamdulillah dengan mekanisme seperti ini, kegiatan dapat berjalan relatif lancar, tertib, aman dan terkendali. Ada 202 siswa yang divaksin pada kesempatan ini, dan yang telah divaksin di berbagai tempat sebelumnya adalah 301 orang sehingga total siswa SMA yang terdata telah divaksin adalah 503 orang dari 941 siswa keseluruhan, atau sekitar 53 % siswa terdata yang telah divaksin tahap 1, dan ada juga yang telah tahap 2.

Terima kasih kepada pemerintah, BIN, dan tim tenaga kesehatan dari puskesmas, serta Bapak dan Ibu tenaga pendidik (guru) dan kependidikan (TU, karyawan, prakarya) sekolah, para siswa dan orang tua/wali siswa, serta semua pihak yang telah membantu dan berperan serta pada kegiatan ini. Semoga kerja sama ini terus berjalan, dan kegiatan ini membawa berkah, utamanya untuk menjamin kesehatan warga sekolah, khususnya para siswa sehingga diharapkan Kegiatan Belajar Mengajar dapat dilaksanakan secara normal, yakni bisa melalui tatap muka langsung.