Print
Category: Berita
Hits: 7414

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat pagi/siang/sore/malam Bapak/Ibu,
Hari Kemerdekaan ke-76 RI sudah semakin dekat!
Maka dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengadakan lomba yang dapat diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia mulai dari pelajar, pelaku seni hingga masyarakat umum yang akan digelar secara daring.
Untuk itu kami mohon bantuan Bapak/Ibu untuk menyebrakan informasi tentang perlombaan "Rayakan Merdekamu" ke satuan pendidikan di daerah Bapak/Ibu masing-masing.
Informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat dilhat melalui laman rayakanmerdekamu.kemdikbud.go.id dan semua akun media sosial Direktorat SMA.
Terima kasih atas bantauannya ūüôŹūüŹĽ, klik banner berikut:


Bimbingan Konseling

APAKAH BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH?

Bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan siswa agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya memperlancar proses perkembangan siswa, karena secara kodrati setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian secara  optimal.

Bimbingan dan konseling menggunakan paradigma perkembangan individu, yang menekankan pada upaya mengembangkan potensi-potensi positif individu. Semua siswa berhak mendapatkan layanan bimbingan dan konseling agar potensinya berkembang dan teraktualisasi secara positif. Meskipun demikian, paradigma perkembangan tidak mengabaikan layanan-layanan yang berorientasi pada pencegahan timbulnya masalah (preventif) dan pengentasan masalah (kuratif).

Upaya mewujudkan potensi peserta siswa menjadi kompetensi dan prestasi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan integratif. Kompetensi hidup ditumbuhkan secara isi-mengisi atau komplementer antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan. Setiap siswa memiliki potensi (kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik), latar belakang keluarga, serta pengalaman belajar yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan siswa memerlukan layanan pengembangan yang berbeda-beda pula.

Perkembangan siswa tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup warga masyarakat, termasuk siswa.

Pada dasarnya siswa SMA memiliki kemampuan menyesuaikan diri, baik dengan diri sendiri maupun lingkungan Proses penyesuaian diri akan optimal jika difasilitasi oleh pendidik, termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor. Penyesuaian diri yang optimal mendorong siswa mampu menghadapi masalah-masalah pribadi, sosial,belajar dan karir.

Kondisi lingkungan yang kurang sehat, maraknya tayangan pornografi dan pornoaksi di televisi dan Video Compact Disk (VCD) atau Digital Video Disk (DVD), penyalahgunaan alat kontrasepsi dan obat-obat terlarang, ketidak harmonisan kehidupan keluarga, dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup siswa. Perilaku bermasalah seperti: pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran antar siswa, tindak kekerasan (bullying), meminum minuman keras, menjadi pecandu narkoba atau NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya) dan pergaulan bebas (free sex) merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma kehidupan berbangsa yang beradab.