Berita Utama

Jadwal Salat

JUMAT LITERASI:

Tantangan Remaja Masa Kini dan akan Datang

 

 

Bertempat di halaman (lapangan bola basket dan voli) SMA Negeri 1 Matapura telah dilaksanakan Jumat Pembiaaan Karakter bertajuk Literasi dengan pola diskusi dengan tema "Tantangan Remaja Masa Kini dan Akan Datang". Bapak Agus Kapandi, S. Pd (guru Bahasa Indoonesia) dan Agus Suprapto, S. Ap. (kepala perpustakaan sekolah) bertindak sebagai moderator (pemandu acara), dan panelis: Bapak Eko Sanyoto, S.Pd (Kepala Sekolah), Bapak Drs. H. Syafuan Nur, Syaiful Yazan, M.Pd dan Muhammad Nor, S.Pd.

Kemajuan teknologi saat sekarang, fenomena kondisi remaja sekarang, jelas penuh tantangan dan ada kiat atau strategi untuk menghadapinya. Tinjauan secara makro (global) dan secara detail (konkrit kekinian) sangat diperlukan. Tinjauan kebijakan sekolah oleh Bapak Eko Sanyoto, S.Pd (selaku kepalas ekolah), tinjauan secara historis dan filosofis dari Pak Drs. H. Syafuan Nur (guru sejarah), tinjauan secara literasi-numerasi akan usia kehidupan, kewajiban/tuntutan kehidupan (guru matematika), tinjauan sosial psikologis remaja dalam era kekinian oleh bapak Muhammad Nur, S.Pd (guru bimbingan konseling). Semua guru berperan penting untuk memberikan bimbingan kepada para siswa sesuai dengan latar belakang kehalian dan keilmuan masing-masing, bersinergis bahu membahu untuk sama-sama mendidik dan mengembangkan potensi siswa, remaja, generasi muda.

Waktu kegiatan cukup singkat, namun alhamdulillah sudah memberikan kesempatan memberikan pencerahan dan informasi penting bagi siswa khususnya untuk mengarungi kehidupan kini dan akan datang. Harapannya, untuk kegiatan serupa di waktu mendatang, kiranya dapat diefektifkan dan diefisienkan lagi, tanpa mengurangi daya kritis dan eksplorasi.

 

 

JUMAT TAQWA

 

ADAB DALAM ME NUNTUT ILMU

21 Oktober 2022

 

Bertempat di lapangan SMA Negeri 1 Martapura, hari Jumat 21 Oktober 2022, dari pukul 07.15 - 07.45 WITA, berlangsung kegiatan Jumat Pembiasaan Karakter dengan tema Jumat Taqwa. Pada kesempatan ini Bapak Ahmad Hudari, S.Pd membacakan kitab Al-Gunyah Li Thalibii Tariqi Al-Haqqi Ajja Wajalla, karya Syekh Abdul Qadir Bin Shaleh Al-Jailani, yang berisi petuah adab siswa dalam menuntut ilmu.

Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa, guru, dan staf tata usaha, pustakawan, karyawan sekolah. Pada kesempatan ini, Bapak Eko Sanyoto, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Martapura memberikan kata sambutan dan berpesan kepada semua siswa untuk sungguh sungguh menyimak dan mengamalkan nasehat-nasehat yang disampaikan agar berhasil dalam menuntut ilmu, membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

Selanjutnya garis besar kandungan tausyiah yang disampaikan adalah:

Sumber: kitab Al-Gunyah Li Thalibii Tariqi Al-Haqqi Ajja Wajalla, karya Syekh Abdul Qadir Bin Shaleh Al-Jailani

Dalam agama Islam pendidikan mendapat perhatian khusus, bahkan agama mengatakan tidak ada suatu ibadah yang lebih utama dan mulia untuk dikerjakan setelah seorang hamba selesai mengerjakan semua kewajaban- kewajaiban terdapanya kecuali ibadah menuntut ilmu, hal ini senada dengan perkataan Imam Ibnu Ruslam dalam kitabnya Matan Jubat :” Setiap orang yang melakukan ibadah, namun tidak didasari dengan ilmu pengetahuan, maka ibadahnya tersebut tertolak atau tidak diterima”

Rasulullah juga memberikan perhatian penuh dan motivasi tinggi terhadap para penuntut ilmu, dalam beberapa hadist beliau mengatakan bahwa: orang yang pergi menuntut ilmu itu laksana orang yang sedang berjalan menuju Syurga Allah, dalam hadist lain beliau juga mengatakan; jika kalian ingin bahagia didunia dan diakhirat maka tuntutlah ilmu, baik ilmu dunia lebih lebih lagi ilmu akhirat, dan masih banyak lagi hadist- hadist Nabi yang berbaikan dengan keutamaan menuntut ilmu.

Secara tidak langsung ketika kita bicara tentang menuntut ilmu, tentu kita tidak bisa terlepas dari yang namanya guru, karena guru lah yang akan menyampaikan atau memberikan ilmu pengetahuan kepada kita. Agama Islam memberikan kedudukan tinggi terhadap seorang guru, tidak akan didapatkan ilmu yang bermamfaat kalau seorang murid tidak menempatkan gurunya ditempat yang mulia, cara menempatkan guru ditempat yang mulia yaitu dengan cara menghormati, beradab  dan sopan santun terhadap guru tersebut.

 Syekh Abdul Qadir Bin Shaleh Al-Jailani dalam kitab Al- Gunyah Li Thalibii Tariqi Al-Haqqi Ajja Wajalla, menjelaskan beberapa adab seorang penuntut ilmu terhadap gurunya:

  1. Taat Kepada Guru, Tidak Menentangnya

Syekh Abdul Qadir Aljailani menjelaskan bahwa murid memiliki kewajiban meninggalkan menyalahi guru dalam bergaualan secara kasat mata dan meninggalkan mengkritik guru didalam batin.Orang yang memiliki kemaksiatan secara jahir berarti meninggalkan adab, dan orang yang memiliki i’tirad berarti berpaling menuju kebinasaan, bahkan menajadikan musuh bagi dirinya terhadap gurunya untuk selamanya.

Syek Abdul Qadir Al-jailani juga menjelaskan bahwa Apabila engkau melihat gurumu memperbuat apa-apa yang dimakruhkan pada syariat Islam, pilih olehmu dengan memperbuat misal dan isyarat, dan jangan engkau menyatakan dengannya supaya tidak menjauh engakau dari padanya.

  1. Menutupi Keaiban Guru

Guru bukanlah seperti seorang Nabi yang terpelihara dari dosa, guru juga merupakan manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, namun sebagai seorang murid penting baginya untuk memilahara kebersihan pandangannya terhadap gurunya, dan jikapun zohir padanya akan kesalahanhya maka bagi murid memeliki kewajiban untuk menutupinya, sebagaima yang dikatakan oleh Syekh Abdul Qadir Al-jailani: “Jika engkau melihat pada gurumu keaiban, tutupi olehmu dan kembalikan dengan menduga aib itu ada pada dirimu,

Agama melarang kita untuk membuka aib orag lain, apalagi membuka iab guru yang notabena adalah orang tua rohani, yang memberikan ilmu pengetahuan, tentu menutup aib para guru lebih utama, karena mereka menempati kedudukan orang tua bahkan lebih mulia.

  1. Tidak Meninggalkan Guru dalam Keadaan Apapun

Guru hakikatnya adalah orang tua, meski tidak melahirkan kita, namun gurulah yang mengkat derajat manusia dari kebodohan dan kegelapan hidup, guru menjadi suluh terang bagi para murid, maka oleh karena itu pantang bagi seorang murid meninggalkan gurunya karena hanya satu dan lain hal, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadir Aljailani: “Apabila marah oleh gurumu dan kerut  pada mukanya atau nampak  sikap berpaling dari gurumu, janganlah engkau berpaling darinya, tetapi koriksi batinmu dan apa yang telah engkau perbuat dari jahat adab pada hak gurumu atau lalai engkau pada perkara Allah SWT dari meninggalkan perintah Allah atau memperbuat laranganNya, maka hendaklah engkau meminta ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepadaNya, dan bercita-cita meninggalkan mengulanginya, kemudian engkau meminta ujur kepada gurumu dan merendahkan diri dan membujuknya, dan engkau selalu menampakkan kasih sayang kepadanya dengan meninggalkan menyalahinya dimasa mendatang.

Syekh Abdul Qadir Al-jailani menekankan kepada setiap murid untuk selalu taat kepada guru, karena menurutnya guru adalah pintu dan penunjuk jalan menuju keridhaan Allah SWT.

  1. Tidak Memutus Silaturahmi dengan Guru

Ikatan antara murid dan guru adalah ikatan rohani, yang barang tentu harus terus dijaga, keharmonisan hubungan antara guru dan murid menjadi indikator atas keberkahan ilmu yang didapat, guru menjadi pentarbiyah hati, maka murid wajib menjaga silaturahmi dengan baik kepada guru, menjaga hubungan dengan tidak meutus silaturahmi darinya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadir Al-jailani: “Tidak sepentasnya bagi murid bahwa memutuskan hubungan dengan gurunya dan merasa mampu untuk bisa samapai menuju Allah SWT, Allah menyerahkan pendidikan murid dan memberi taufik atas ma’na- ma’na yang samar melalui guru.

Seorang murid sejati, adalah yang dia yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan guru, jauh dari sipat kemegahan dan kesombomgan terhadap guru, murid tidak boleh merasa sedikitpun melibihi keilmuan guru, apalagi dengan rasa tersebut memutuskan hubungan dengan guru, karena merasa tidak lagi berhajat kepada guru, merasa mampu menuju Allah tanpa perlu bantuan guru.

  1. Lebih Banyak Mendengar dan Diam dihadapan Guru

Penghormatan kepada guru oleh murid atau penuntut ilmu juga harus tercermin dalam setiap tingkah laku, termasuk ketika berhdapan dengan guru baik dalam suasan pembelajaran ataupun diluar pembelajaran, sebagai bentuk karakter atau akhlak yang baik bagi murid dihadapan guru adalah lebih banyak mendengar dan diam dihadapan guru, sebagaimana yang sampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-jailani: “Diantara adab murid terhadapa guru ialah bahwa tidak berkata-kata ia di hadapan gurunya melain dalam keadaan terdesak. Dan sepantasnya bagi murid bahwa berdiam terhadap pernytaan yang diluntarkan kepada gurunya, sekalipun bagi murid memiliki kelebihan terhadap masalah tersebut. Meski murid memliki kecakapan yang cukup dalam persoalan, namun sebagai bentuk adab dan penghorntan kepada guru, murid tetap dituntut unjtuk tenang dan medengarkan setiap pernyataan, jawaban ataupun cerita dari gur. Selain itu juga murid hendaknya lebih banyak diam dan seksama memperhatikan guru, tidak banyak bergerak. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadir Al-jailani: “Dan sepantasnya bagi murid bahwa jangan bergerak-gerak ketika medengari perkataan gurunya dan jangan sekali-kali menampakkan rasa bosan dihadapan gurunya,

Dengan tidak banyak bergerak murid mengisyaratkan keseriusannya dalam medengarkan nasihat, pembelajaran ataupun pembicaraan bersama gurunya, dengan begitu guru akan sangat merasa dihargai dan tentu keridhoan guru adalah keridhoaan Allah SWT.  

 

SALAT DUHA DAN MEMBACA SURAH YASIN

26 Agustus 2022

Link Dokumentasi Kegiatan klik DI SINI

Bertempat di halaman SMA Negeri 1 Martapura pada hari Jumat, 26 Agustus 2022, mulai pukul 07.15 - 07.45 WITA dilaksanakan kegiatan Jumat Taqwa dengan acara:

1. Membaca Surah Yasin bersama, yang dipandu oleh Bapak Hadi Priadi,S.Pd (Guru Pendidikan Agama Islam)

2. Sholat Duha 4 rakaat, yang diimami oleh Bapak Mhammad Hasbi, S.Pd

Kegiatan diikuti oleh para siswa dan guru, serta tenaga kependidikan. Alhamdulillah berjalan lancar dan khidmat.

Menjelang pukul 07.45 WITA acara selesai, kemudian dilanjutkan dengan KBM jam pelajaran pertama. Terima kasih atas Tim Guru Pendidikan Agama dan Pendidikan Alquran, Kesiswaan, OSIS dan semua yang terlibat, semoga Allah memberikan pahala, rahamat dan keberkahan untuk kita semua.

Pembelajaran Abad ke-21
I adapted this from an original video found here: http://youtu.be/OTIBDR4Dn2g. The original presentation was created as a summary of the ASB Unplugged Conference in Mumbai, India 2010. I wanted to add more multimedia and make it more visual as well as adjust a couple of the ideas.
Pembelajaran Abad ke-21

00:09:28
Views: 758532
Pembelajaran Abad ke-21

Youtube Smama

00:31:06
Views: 124
Youtube Smama

Youtube Smama

00:24:02
Views: 115
Youtube Smama

Youtube Smama

00:01:26
Views: 33
Youtube Smama

Youtube Smama

00:05:13
Views: 90
Youtube Smama

GALERI VIDEO SMAMA

 

 

SMAMA
Tayang Ulang Jakarta Osoji Club. Mohon ijin kepada JOC, Jakarta Osoji Club. Video ini sangat menginspirasi kami, khususnya siwa kami SMAN 1 Martapura. Kami mengunduhnya dan sering menayangkannya kepada siswa kami untuk motivasi dan inspirasi. Sebenarnya kami mencoba mencari tayangan/video ini di youtube, tetapi tidak menemukannya lagi, jadi kami mohon
SMAMA

00:19:51
Views: 326
SMAMA

SMAMA

00:05:39
Views: 868
SMAMA

SMAMA

00:11:59
Views: 6805
SMAMA

SMAMA

00:05:00
Views: 2230
SMAMA

 

Membimbing