SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH

Selamat Datang

di website SMA NEGERI 1 MARTAPURA

 

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga SMA Negeri 1 Martapura berhasil membangun kembali laman (website), kehadiran website SMA Negeri 1 Martapura ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada warga sekolah, alumni dan masyarakat serta instansi lain yang terkait. 

Semoga dengan kehadiran website ini akan terjalin informasi, komunikasi antaralumni khususnya sebagai salah satu upaya sekolah mendapatkan informasi akan penelusuran tamatan/ alumni di mana saja berada. Dapat memperoleh informasi dengan cepat sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam pengetahuan yang berkembang dengan cepat pula.

Kesiapan dari semua warga sekolah sangat besar artinya bagi keberadaan website tersebut, sebab tanpa kesiapan dari warga sekolah maka keberadaan website tersebut akan tidak ada gunanya.

Sehubungan dengan hal tersebut maka semua warga sekolah harus mau untuk belajar menggunakan komputer dan internet, agar dapat mengakses segala informasi yang berhubungan dengan sekolah dan pengetahuan di internet.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Demikian dan terima kasih. 

 

INFO  PENTING ATAU TERKINI 

 

Alhamdulillah KIR SMAMA Juara I LKTI di Fak. Pertanian 

Universitas Lambung Mangkurat

Sepuluh Falsafah Pendidikan Jepang 

 

Kiat Belajar (Metakognitif)

 

 

 

Penerimaan Mahasiswa Baru

HUT KE-45 SMA NEGERI 1 MARTAPURA

Kegiatan Belajar di Luar Kelas

 

Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

 

Bahan Ajar Berbasis IT

 

 

 

  1. PRESTASI LOMBA –LOMBA DALAM BIDANG AKADEMIK DAN NON AKADEMIK
  2. Lomba-lomba Bidang Akademik

NO

KEGIATAN LOMBA

PERINGKAT

TINGKAT

TAHUN

1

Debat Bahasa Inggris

2

Kabupaten

2014

2

Biocare 2014 show your creativity and Explore the amazing world of Biology with us

2

Provinsi

2014

3

Biologi Competition

3

Provinsi

2014

4

Debat Bahasa Inggris

2

Provinsi

2015

5

Cerdas Cermat Otonomi Daerah

2

Kabupaten

2015

6

Lomba Debat Bahasa Indonesia

1

Kabupaten

2015

7

Lomba Debat Bahasa Inggris

1

 

2015

8

Lomba Debat Bahasa Inggris

3

 

2015

9

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

3

Kabupaten

2015

10

Lomba Debat Bahasa Inggris

1

Kabupaten

2015

11

Lomba Debat Bahasa Inggris

1

Provinsi

2015

12

Olimpiade Sains IPA

1

Provinsi

2015

13

Olimpiade Sains IPA

2

Provinsi

2015

14

Lomba Penulisan Cerita Islami

3

Nasional

2015

15

Debat Bahasa Inggris

1

Kabupaten

2015

16

Debat Bahasa Inggris

2

Provinsi

2015

17

OSN Geografi

1

Kabupaten

2016

18

OSN Geografi

1

Provinsi

2016

19

OSN Biologi

2

Kabupaten

2016

20

OSN Matematika

3

Kabupaten

2016

21

OSN Debat Bahasa Inggris

1

Kabupaten

2016

22

OSN Debat Bahasa Inggris

1

Kabupaten

2016

23

OSN Baca Puisi

3

Kabupaten

2016

24

Lomba Cepat Tepat Akuntansi

1

Provinsi

2016

25

Lomba Cepet Tepat Akuntansi

1 dan 2

Provinsi

2016

26

Debat Bahasa Inggris

1

Provinsi

2017

27

Debat Bahasa Inggris

2

Provinsi

2017

28

Debat Bahasa Inggris

3

Provinsi

2017

29

Debat Bahasa Inggris

1

Provinsi

2017

30

Debat Bahasa Inggris

2

Provinsi

2017

31

Best Speaker

 

 

2017

32

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

1

Provinsi

2017

33

Lomba Debat Bahasa Inggris

1

Provinsi

2017

34

OSN Matematika

2

Provinsi

2017

35

OSN Fisika

3

Provinsi

2017

36

Lomba Debat Bahasa Inggris

3

Provinsi

2017

37

Data Parlemen Remaja Nasional

 

Nasional

2017

38

Lomba Debat Bahasa Indonesia

1

Provinsi

2017

39

Lomba Mathematic Challenge

3

Provinsi

2017

40

Lomba Mathematic Challenge

Harapan 3

Provinsi

2017

41

Lomba Debat Ekonomi

1

Provinsi

2017

42

Lomba Bahasa Indonesia

3

Provinsi

2017

43

Lompa Debat PAI

1

Provinsi

2018

 

  1. Lomba –lomba Bidang Non Akademik

NO

KEGIATAN LOMBA

PERINGKAT

TINGKAT

TAHUN

1

Lomba Sekolah Sehat Kategori SMA

1

Provinsi

2014

2

Hari Lingkungan Hidup

4

Kabupaten

2014

3

Lomba 3R Sampah Kantong Plastik

1

Kabupaten

2014

4

Presentasi Adiwiyata "Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan"

 

Kabupaten

2014

5

Kejurcab Karate Amura

1,2,3,2,2,3

Kabupaten

2014

6

Kejuaraan Karate Amura ke-3

2,3,3,2,3

Provinsi

2014

7

Kejuaraan Karate Amura ke-3

2,3,3

Provinsi

2014

8

Cerdas Cermat Putra

3

Kabupaten

2014

9

Cerdas Cermat Putri

3

Kabupaten

2014

10

Poetry With Scont Putra

3

Kabupaten

2014

11

Poetry With Scont Putri

1

Kabupaten

2014

12

Pionering Putri

1

Kabupaten

2014

13

P3K Putra

2

Kabupaten

2014

14

P3K Putri

3

Kabupaten

2014

15

Lomba Ketangkasan  Baris-berbaris Putra

3

Kabupaten

2014

16

Teknologi Tepat Guna Putra

1

Kabupaten

2014

17

Teknologi Tepat Guna Putra

1

Kabupaten

2014

18

Penjalajah Putra

2

Kabupaten

2014

19

Pramuka Putra

3

Kabupaten

2014

20

Pramuka Putri

3

Kabupaten

2014

21

Lomba PBB

2

Provinsi

2014

22

Karate Tingkat Nasional

1

Nasional

2014

23

Pemilihan Pelajar Pelapor Keselamatan Transportasi

3

Provinsi

2014

24

Olahraga Tradisional TK,SMA

2

Provinsi

2014

25

Kumite Junior Putra

2

Kabupaten

2014

26

Kumite Junior Putra

3

Kabupaten

2014

27

Kumite Junior Putri

2

Kabupaten

2014

28

Kata Junior Putri

1

Kabupaten

2014

29

Kata Junior Putri

2

Kabupaten

2014

30

Kata Junior Putra

2

Kabupaten

2014

31

Kata Junior Putra

3

Kabupaten

2014

32

Bersih Narkoba

Harapan 3

Provinsi

2014

33

Festival Nasyid

1

Provinsi

2014

34

Lomba Engrang

2

Provinsi

2014

35

Lomba Seni Siswa ( FLSN )

 

Kabupaten

2014

36

Lomba Cipta Puisi HUT STAI

2

Kabupaten

2014

37

Foto Grafi

2

Provinsi

2014

38

Singing Contest Banjar

Harapan 3

Provinsi

2014

39

Basket Ball Competition III

3

Kabupaten

2014

40

Lomba Singing Contest HUT SMAN 1 Bjb

1

Provinsi

2015

41

Lomba Singing Contest HUT SMAN 1 Bjb

2

Provinsi

2015

42

Lomba Fashion Show dlm Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional

2

Kabupaten

2015

43

Bongkar Pasang Bivak

1

Kabupaten

2015

44

Food Green Competition Putra

1

Kabupaten

2015

45

Food Green Competition Putri

1

Kabupaten

2015

46

Jelajah Rimba Putri

1

Kabupaten

2015

47

Jelajah Rimba Putra

1

Kabupaten

2015

48

Lomba Kaligrafi Putri

3

Kabupaten

2015

49

Lomba Mading Kreasi Putri

3

Kabupaten

2015

50

Lomba memasak Putri

Harapan 2

Kabupaten

2015

51

Singing Contest

Harapan 2

Kabupaten

2015

52

Lomba Sepak Takraw

3

Provinsi

2015

53

Basket Ball Competition Kompas

3

Provinsi

2015

54

Fashion Sha3 312

2

Kabupaten

2015

55

Bank Sampah

2

Kabupaten

2015

56

Bakisah Bahasa Banjar "Pekan Sejarah "

 

Provinsi

2015

57

Lomba Engrang Putra

3

Kabupaten

2015

58

Lomba Terompah Panjang

2

Kabupaten

2015

59

Lomba Drama Kesehatan Remaja PMR

3

Kabupaten

2015

60

Contest Wira se Kabupaten Banjar

 

 

 

61

Lomba Cerdas cermat PMR Contest Wira Sekabupaten Banjar

1

Kabupaten

2015

62

Lomba Cerdas cermat PMR Contest Wira Sekabupaten Banjar

3

Kabupaten

2015

63

PLN Wali Climbung Competition 2015

3

Provinsi

2015

64

Volly Ball Competition HUT SMAN 2 Bjb

2

Provinsi

2015

65

Lomba Bola Basket

2

Kabupaten

2015

66

Lomba Lintas Alam Tecknocrat

3

Kabupaten

2015

67

Lomba Pensi dlm Rangka Latihan Gabungan PMR Wira se Kecamatan MtpmAstambul

2

Kabupaten

2015

68

Islamic Vocal Group

3

Provinsi

2015

69

Lomba PPI

3

Kabupaten

2015

70

Lomba Teknologi Tepat Guna

3

Kabupaten

2015

71

Lomba Teknologi Tepat Guna

3

Kabupaten

2016

72

Karate Kata Perorangan Putra

1

Kabupaten

2016

73

Karate Kata Perorangan Putri

2

Kabupaten

2016

74

Karate Kumite kelas -61 kg Putra

1

Kabupaten

2016

75

Karate Kumite kelas -53 kg Putri (O2SN)

3

Kabupaten

2016

76

Lompat jauh Putri ( O2SN )

2

Kabupaten

2016

77

tenis Meja  Tunggal Putri ( O2SN)

2

Kabupaten

2016

78

Bulu Tangkis Tunggal Putra (O2SN)

2

Kabupaten

2016

79

Cipta Puisi (O2SN)

2

Kabupaten

2016

80

Karya Putri ( O2SN)

1

Kabupaten

2016

81

Solo Vocal Putri ( O2SN)

1

Kabupaten

2016

82

Desain Poster Putri

2

Kabupaten

2016

83

Lomba Nasyid Dlm Rangka Memperingati hari Jadi Kab.Banjar dan HUT RI

2

Kabupaten

2016

84

Lomba PBB LDWC 2016

3

Nasional

2016

85

(Tim A ) Lomba PBB

1

Kabupaten

2016

86

(Tim B ) Lomba PBB

Best Kostum

Kabupaten

2016

87

Lomba Kaligrafi Tk.SMP/MTs dan SMA

Harapan 1

Kabupaten

2016

88

Lomba Kaligrafi Tk.SMP/MTs dan SMA

2

Kabupaten

2016

89

Lomba Pidato Bahasa Indonesia

3

Kabupaten

2016

90

Lomba Puisi Lingkungan

1

Kabupaten

2016

91

Lomba Pertolongan Pertama (PMR)

Harapan 3

Provinsi

2016

92

Lomba Pendidikan Sebaya (PMR)

Harapan 2

Provinsi

2016

93

Lomba Donor Darah Sukarela (PMR)

2

Provinsi

2016

94

Lomba Siap Siaga Bencana (PMR)

2

Provinsi

2016

95

Basket Ball Competition

1

Provinsi

2016

96

LKBB Spenduga Oceun Blue 3

2

Provinsi

2016

97

Lomba Kaligrafi

Harapan 1

Kabupaten

2016

98

Lomaba Paskibra

Harapan 2

Kabupaten

2016

99

Lomaba Paskibra

The Best Formasi dan Vanasi

Kabupaten

2016

100

Lomaba Paskibra

The Best Danton

Kabupaten

2016

101

Lomba Nasyid 

1

Kabupaten

2016

102

Lomba Cepat tepat Akuntasi

1, 1, 2

Provinsi

2016

103

Lomba Bakisah Bahasa Banjar

3

Provinsi

2016

104

Lomba Blog Kuliner Nasional

1

Nasional

2016

105

Lomba Fotografi Sekalsel

2

Provinsi

2016

106

Lomba Videodan Cinema Tografhy Nasional oleh Kedutaan AS dan Indonesia Jakarta sebagai Direktur dan Sutradara

3

Nasional

2016

107

Lomba PMR

 

Kabupaten

2016

108

Lomba PMR

1

Kabupaten

2017

109

Kolase

2

Kabupaten

2017

110

Perawatan Keluarga

3

Kabupaten

2017

111

Lomba Panjat Dinding UNISKA

3

Kabupaten

2017

112

Lomba Singing Contest

3

Nasional

2017

113

Karate Bupati Cup Kumite Perorangan

1, 2

Kabupaten

2017

114

Karate Bupati Cup Kumite Senior

3

Kabupaten

2017

115

Karate Bupati Cup Junior

3, 3

Kabupaten

2017

116

Karate Darem Cup Kata Perorangan Junior

1

Kabupaten

2017

117

LKPBB Korem Antasari

2

Provinsi

2017

118

Festival PBB SMKN 1 Mtp

1

Kabupaten

2017

119

Festival Kreasi Baris berbaris

2

Kabupaten

2017

120

FKBB SMKN 1 Mtp

The Best Danton

Kabupaten

2017

121

Turnamen Catur

2

Kabupaten

2017

122

Walikota Banjarmasin Cup III 2017 Kata Perorangan Junior Putra

1,3,3

Provinsi

2017

123

Walikota Banjarmasin Cup III 2017 Kata Perorangan Senior Putra

3

Provinsi

2017

124

Lomba Penegak (PPGD) Putera

1

Provinsi

2017

125

Cerdas Cermat Puteri

2

Provinsi

2017

126

Survival Putra

3

Provinsi

2017

127

Lomba Desain Logo Putri

Harapan 2

Provinsi

2017

128

Sandi, Smarphone, Morse Putri

Harapan 2

Provinsi

2017

129

Sandi, Smarphone, Morse Putra

Harapan 3

Provinsi

2017

130

Festival Teater Pemeran Pembantu Terbaik

2

Provinsi

2017

131

Festival Teater

2

Provinsi

2017

132

Lomba Nasyid Pekan Rajabiyah

2

Kabupaten

2017

133

Lomba Debat Bahasa Indonesia

2

Provinsi

2017

134

FLS2N Vocal Solo Putri

1

Kabupaten

2017

135

FLS2N Vocal Solo Putra

1

Kabupaten

2017

136

FLS2N Design Poster Putri

2

Kabupaten

2017

137

FLS2N Design Poster Putra

3

Kabupaten

2017

138

FLS2N Kriya Putra

1

Kabupaten

2017

139

FLS2N Teater Monolog

2

Kabupaten

2017

140

FLS2N Vocal Solo Putri

2

Provinsi

2017

141

FLS2N Vocal Solo Putra

1

Provinsi

2017

142

Kata Junior Putra Yusfi Cup

1

Provinsi

2017

143

45 kg Kader Putra Yusfi Cup

3

Provinsi

2017

144

Kumite 55 kg Junior Putra

3

Provinsi

2017

145

Lomba Futsal

3

Provinsi

2017

146

Lomba Bola Voli Putri (Perwosi)

3

Kabupaten

2017

147

Lomba Inovasi Pendidikan Karakter Tk. Nasional

1

Nasional

2017

148

Lomba Cepat Tepat Akuntansi

1

Provinsi

2017

149

Lomba Cepat Tepat Akuntansi

2

Provinsi

2017

150

Lomba FKBB XI SMKN 1 Mtp

Best PBB, Danton, Variasi, Formasi, Kostum

Provinsi

2017

151

Lomba FKBB XI SMKN 1 Mtp

1 & 2

Kabupaten

2017

152

Lomba FKBB XI SMKN 1 Mtp

Juara Umum

Provinsi

2017

153

Fhotograpy Competition

1, 2, 3

Provinsi

2017

154

Lomba Pertolongan Pertama

1

Kabupaten

2017

155

Lomba PMR Tk. Wira

 

Kabupaten

2017

156

Lomba Cerdas Cermat

1

Kabupaten

2017

157

Lomba Perawatan Keluarga

1, 2

Kabupaten

2017

158

Lomba Perawatan Keluarga

2

Kabupaten

2017

159

Lomba Melukis Bak Sampah

2

Kabupaten

2017

160

Lomba LKPBB Samudra

1 & 2

Provinsi

2017

161

Lomba Desain Poster (Green Industri)

1

Provinsi

2017

162

Kejuaraan Karate KASAT BRIMOB Cup I Sekalsel

1 & 3

Provinsi

2017

163

Kompetisi Futsal

3

Provinsi

2017

164

Lomba Nasyid

3

Provinsi

2018

165

Lomba MTQ Putra

3

Provinsi

2018

166

Lomba MTQ Putri

3

Provinsi

2018

167

Lomba DBL Basketball Competition

1

Provinsi

2018

168

Tenis Meja Putra

4

Kabupaten

2018

169

LKPBB SMADA 2 Bjm

Harapan 3

Provinsi

2018

170

Bulu Tangkis Tunggal Putra

Harapan 1

Provinsi

2018

 

  1. Prestasi Guru dalam Lomba – Lomba

No.

Nama Lomba

Peringkat

Tingkat

Tahun

1.

Lomba Kepala Sekolah Berprestasi

1

Kabupaten

2016

2.

Lomba Penyusunan Buku Pendidikan karakter untuk Guru

1

Nasional

2017

3.

Lomba Guru Berprestasi

3

Nasional

2018

 

SEKAPUR SIRIH

Rasulullah SAW. Bersabda: “Menuntut ilmu itu hukumnya Fardhu atas setiap Muslim, baik lelaki maupun wanita.

Awal-awal yang wajib dituntut oleh setiap manusia adalah ilmu mengenal Tuhannya (ma’rifat kepada Allah) dengan yakin. Oleh karena itu, ilmu-ilmu utama yang wajib dituntut adalah:

  1. Ilmu Tauhid, mengenal Tuhan.
  2. Ilmu fiqih, mengatur tata cara peribadatan kepada Allah dan tata hubungan (muammalah) kepada sesama makhluk.
  3. Ilmu Tasauf, membaguskan akhlak.
  4. Ilmu-ilmu fardhu kifayah, seperti ilmu kesehatan, astronomi, dagang dsb.

 

Di waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah SWT, kebahagiaan akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh.

Dalam menuntut ilmu itu harus sabar. Segala sesuatu maunya tinggi yang dituju tetapi jarang orang tabah mengembannya. Oleh karena itu, sebaiknya pelajar mempunyai hati tabah dan sabar dalam belajar kepada Gurunya, dalam mempelajari suatu kitab jangan sampai berhenti sebelum sempurna dipelajari, dalam suatu bidang ilmu jangan berpindah ke ilmu lain sebelum memahaminya benar-benar, dan juga dalam tempat belajar jangan sampai berpindah ke tempat lain kecuali karena terpaksa. Kalau hal ini dilanggar, dapat membuat urusan kacau balau, hati tidak tenang, waktupun terbuang dan melukai hati Guru.

Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. Ada dikatakan: “dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.” Tidaklah saudara tahu, manusia tidak menjadi kafir lantaran ma’siatnya, tetapi jadi kafir lantaran “tidak mengagungkan Allah.”

Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati Guru. Saidina Ali r.a. berucap: “Saya menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajarkanku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, dimerdekakan ataupun dijadikan hambanya.”

 

Memang benar orang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang diperlukan dalam urusan agamamu, adalah Bapak dalam kehidupan agamamu. Hingga ada dikatakan: “Bagi orang yang ingin agar puteranya alim, hendaklah suka memelihara, memuliakan, mengagungkan dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan keilmuan. Kalau ternyata bukan puteranya yang alim, maka cucunyalah nanti,”

Termasuk arti menghormati Guru, yaitu jangan berjalan didepannya, duduk ditempatnya, memulai mengajak berbicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam didepannya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya. Tapi hendaklah menghemat waktu, jangan sampai mengetuk pintunya, cukuplah sabar menanti di luar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah. Pada pokonya, adalah melakukan hal-hal yang mem-buatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjunjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada sesama makhluk dalam melakukan perbuatan durhaka kepada Allah Maha Pencipta. Termasuk menghormati guru pula, menghormati putera dan semua orang yang bersangkut paut dengannya. Barang siapa yang melukai hati gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit manfaatnya.

Selanjutnya disarankan kepada para pelajar agar menyempatkan diri untuk membaca buku Ta’limu Muta’allim, yakni Bimbingan bagi Penuntut Ilmu. Ada yang telah diterjemahkan oleh Drs. H. Aliy As’ad. Kitab ini amat penting. Menjadi bacaan pokok pesantren. Bacaan wajib, ketika sang santri memulai belajar. Entah sudah berapa ratus/ribu atau entah sudah berapa juta sejak dulu hingga sekarang, para kyai yang ketika dahulu membaca kitab ini.

Mengingat pelajar kita pada umumnya mayoritas muslim, maka sangat tepat jika mereka juga mempelajari dan menelaah kitab ini. Demikianpun para guru kita di sekolah umum, sehingga mereka mempunyai acuan yang kuat untuk membimbing dan membentuk anak didik agar berilmu sekaligus berakhlak mulia.

 

 Martapura, 8 Oktober 2016

Editor: Syaiful Yazan

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

MARI MENJADI PELAJAR YANG BERHASIL 

Bagaimana belajar sebaik mung-kin adalah faktor utama bagi seorang pelajar untuk berhasil. Meskipun seseorang mempunya kecerdasan tinggi dan memiliki fasilitas belajar yang memadai,

begitu juga dengan guru-guru yang bermutu dan sebuah sekolah yang ternama, semua ini belum cukup untuk menjamin keberhasilan belajar. Seseorang tidak akan berhasil kecuali sanggup mengorganisasikan diri, menata diri untuk belajar sebaik mungkin. Kebanyakan penuntut ilmu, sejak sekolah dasar hingga ke jenjang perguruan tinggi, universitas, memiliki masalah yang sama berkenaan dengan metode belajar. Mereka merasa telah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dan tidak efektif, namun tidak sanggup menemukan cara yang lebih baik. Mereka cuma mengeluh bahwa itu susah diingat, dipelajari, susah untuk lulus dan lain sebagainya. Sebagian mencoba untuk belajar serajin mungkin, belajar hingga larut malam, melahap setiap sesuatu yang diajarkan, tetapi apa yang mereka capai masih di bawah dari yang mereka harapkan. Sungguh demikian, ada saja sebagian pelajar yang nampak santai-santai saja, mereka tidur malam lebih awal, belajar sekedarnya, fasilitas sederhana, dan bersekolah di sekolah biasa-biasa saja, namun cukup berhasil. Lebih efektif mereka belajar, lebih berhasil mereka.

         Sebelum membahas mengenai metode-metode belajar yang dapat menjamin kepuasan, kita harus mengidentifikasi masalah-masalah yang kita hadapi. Ada hubungan antara kesehatan fisik dan keefektifan belajar. Seorang yang sakit tidak akan merasakan lezatnya makanan jika ia belum mengobati sakitnya terlebih dahulu. Ini sama halnya dengan seorang pelajar yang memiliki masalah-masalah. Segenap usaha keras dalam belajar akan sia-sia kecuali masalah-masalah tersebut dapat dipecahkan. Berikut sejumlah masalah utama yang biasa kita hadapi.

 

 

Rendahnya Motivasi dan Tiada Tujuan Khusus dalam Belajar

         Mungkin kita kurang motivasi dan tujuan yang pasti dalam belajar. Jika belajar hanya sebagai suatu pelarian dari rumah, bisnis, atau sekedar mengisi waktu, maka sudah barang tentu ini semua tidak mendatangkan banyak kemajuan. Keberhasilan dalam belajar juga tergantung pada motivasi. Kebutuhan dan hasrat untuk mencapai suatu tujuan dapat berati perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. Motivasi bisa datang dari dalam dan dari luar. Motivasi dari dalam timbul dari keinginan dan harapan, dari hasrat untuk melakukan sesuatu atau menjadi seorang tokoh tertentu. Mempelajari maksud yang terbit dari seseorang, keinginan dari dalam sifatnya individualistis dan beragam. Jika kita belum siap dengan hal ini, kita harus pikirkan secara cermat tentang apa yang kita inginkan dari kegiatan belajar kita, dan mengapa? Sekarang ini mengatasi masalah ketidaktahuan akan tujuan belajar nampak diabaikan. Meskipun tidak seburuk tujuan itu sendiri, hal ini kurang jelas dan mengambang, maksudnya tujuan itu tidak dirumuskan secara khusus dan pasti. Sebuah tujuan harus disusun dan segenap usaha belajar diarahkan untuk mencapai tujuan ini. Sebuah tujuan seperti demikian adalah penting karena akan menetapkan arah dan derajat motivasi belajar.

         Seseorang boleh jadi termotivasi kuat dari dalam, yang lain tidak. Tak seorangpun terus-menerus termotivasi dari dalam atau termotivasi secara tetap dari dalam. Ada sumber motivasi lain, yakni dari luar. Dalam pendidikan, nilai-nilai dan ganjaran-ganjaran merupakan bentuk-bentuk utama dari motivasi luar. Sudah barang tentu penilaian dan penghargaan dari teman-teman atau sejenisnya hanyalah merupakan bagian dari bentuk-bentuk motivasi untuk belajar. Walau begitu, semua ini tidah semestinya menjadi tujuan utama. Penilaian dan penghargaan membantu memotivasi para pelajar, tetapi ini hanya kecil, merupakan langkah-langkah antara atau batu-batu lompatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya, tujuan hakiki. Sungguh merupakan suatu hal yang lucu jika menetapkan nilai-nilai dan penghargaan sebagai ambisi tunggal.

         Tidak seorangpun dapat menyediakan motivasi untuk kita. Ini harus timbul dari diri kita sendiri. Karenanya, sebagai cara untuk membangkitkan semangat seseorang, membangkitkan kepercayaan diri seseorang, sugesti dapat diberikan kepadanya. Bagi pelajar, agar dia menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik bergantung kepada motivasi yang baik. Lebih jauh, kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik adalah penting karena memungkinkan kita untuk melakukan lebih banyak hal dalam waktu yang sedikit. Hal penting untuk disadari adalah bagaimana mutunya, kualitasnya, bukan seberapa banyak atau lamanya kita belajar.

 

Kurangnya Konsentrasi

        Berkonsentrasi maksudnya adalah memusatkan, memfokuskan perhatian secara nyata dan menyeluruh atas sesuatu tujuan. Terkadang, jika tidak keseringan, konsentrasi kita buyar oleh adanya gangguan, sesuatu seperti masalah-masalah, keributan, tamu yang tak diharapkan atau seseorang yang mengalihkan perhatian kita dari apa yang tengah kita lakukan. Sudah maklum, kita memiliki masalah-masalah semenjak kita dilahirkan, lebih lama kita hidup, lebih banyak masalah yang kita hadapi. Masalah-masalah menuntut kita berpikir untuk mencari pemecahan secara terus menerus. Terlebih lagi, kita harus memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan. Ini akan membuat konsentrasi buyar. Kebanyakan kita memiliki pengalaman serupa. Kita sering berpikir tentang kekasih kita, rumah, masa depan, kegagalan, uang, teman-teman atau hal-hal lainnya selagi kita belajar atau membaca. Sebagai suatu kenyataan, kita sering tidak menyadari hal ini untuk suatu jangka waktu yang lama, kita tidak juga membalik halaman buku yang semestinya kita baca. Kita membaca, belajar, mengikuti perkuliahan, namun pikiran kita tidak turut serta untuk itu, melayang ke hal lain. Untuk mengatasi hal ini, kita harus sadar bahwa kita tengah berbuat sesuatu yang ada di hadapan kita dan berhentilah memikirkan masalah-masalah lainnya. Katakan ‘tidak’ pada pikiran anda. Beritahu diri anda, ‘aku berkon-sentrasi untuk ini. Aku punya waktu lain untuk memikirkan hal lainnya.’

Tidak peduli subjek apa yang dipelajari, akan sangat mudah berkonsentrasi tatkala kita tertarik akan hal yang tengah kita lakukan. Akan sulit jadinya, jika tidak demikian.

Selama pendidikan kita, kita mungkin mempelajari sejumlah subjek yang tidak menarik hati kita atau sesuatu yang nampaknya tak bernilai buat kita. Tidak peduli, apakah itu subjek yang harus dipelajari dan harus lulus, akan bermanfaat jika disadari bahwa pada kenyataannya sembarang subjek sesungguhnya menarik dan berguna. Banyak orang menemukan ketertarikan padanya dan berkarir dalam bidang tersebut. Mengapa kita tidak? Terdapat beberapa jalan mengembangkan daya tarik terhadap subjek-subjek tertentu:

  1. Pikirkan bagaimana dan mengapa suatu subjek itu penting bagi pendidikan umum kita. Fisika mungkin nampak tidak menarik, tetapi jika kita mengerti akan eksplorasi ruang angkasa, maka fisika akan bermanfaat. Bahasa Inggris nampak tidak menarik, tetapi jika kita tertarik akan komunikasi internasional, informasi dan ilmu pengetahuan, sains, bahasa Inggris akan menjadi amat penting. Kedalaman dan keanekaragaman ketertarikan kita membantu kita memahami dunia modern dan mengukur perkemba-ngan kita sebagai orang yang terpelajar dan beradab.
  2. Pikirkan bagaimana suatu subjek itu berhubungan dengan subjek-subjek lainnya atau waktu, tempat, maksud dan masalah lainnya. Kita tidak mempelajari informasi atau ide-ide yang terkotak-kotak, terisolasi, berdiri sendiri, meskipun program studi kita terpecah menjadi bagian-bagian dan pelajaran-pelajaran terpisah. Sejarah kuno bertalian dengan peristiwa-peristiwa sekarang, matematika berguna dalam ekonomi, sosiologi dan hukum bertalian erat dan tercantum dalam literatur, psikologi amat penting bagi dunia pendidikan. Suatu subjek yang nampak tidak menarik pada dirinya sendiri malah mungkin menjadi amat menarik bila dihubungkan dengan lainnya.
  3. Daya tarik tergantung kepada pema-haman. Jika kita tidak mengerti cerita “The Bold and Beautiful,” dan lebih lagi jika kita tidak mengerti bahasa Inggris, maka kita tidak akan begitu tertarik menyaksikan film tersebut. Tetapi jika kita meluangkan waktu dan mau bersusah payah untuk mengetahui baik bahasa Inggris maupun jalan cerita film tersebut, mungkin sekali kita mendapat kesenangan menyaksikan film tersebut. Boleh jadi kita tidak tertarik akan permainan bridge sebagai suatu permainan karena kita tidak memahami aturannya. Tidak bijaksana memulai dengan pemikiran bahwa suatu subjek membosankan dan sulit. Hal utama atas segalanya, kita harus sukses dalam persiapan kita, membaca, tugas kelas, dan tugas rumah, pekerjaan rumah. Jika kita gagal mempelajari satu bagian informasi, maka semua informasi yang bergantung padanya pun akan menjadi kabur. Kita akan kehilangan, walau bagaimana tertariknya kita pada mulanya disebabkan kita tidak mengerti. Belajar dengan teratur, tidak malu bertanya dan meminta bantuan atas segala sesuatu yang belum mengerti adalah cara-cara mempertahankan daya tarik dan konsentrasi, di samping berhenti ‘menghayalkan’ hal-hal lain ketika kita sedang belajar.

 

 Merasa Minder dan Gugup

      Kita sering berucap pada diri sendiri bahwa kita mempunyai tarap kecerdasan atau intelejensi begitu rendah untuk belajar suatu pelajaran yang sukar. Pada waktu yang sama, kita membandingkan kemampuan diri kita dengan mereka-mereka yang lebih pintar. Pada mulanya kita melakukan hal ini sebagai sebuah pengamatan sepintas atas mereka yang kita anggap lebih tadi, namun secara berlahan, kita sampai pada suatu keyakinan bahwa kita lebih buruk daripada orang-orang lain dan akhirnya meragukan kemampuan diri sendiri. Dengan kata lain, kita kehilangan kepercayaan diri. Akibatnya, subjek yang mudah menjadi sangat sulit. Ini bukan berarti subjek itu sendiri terlalu sulit, akan tetapi kepercayaan kita jualah yang membuatnya demikian. Kita kalah sebelum bertanding. Bagaimana jalan keluarnya?

Kita harus sadar, betapapun kecilnya, kita memiliki kemampuan-kemampuan dan pencapaian-pencapaian atau keutamaan-keutamaan seperti juga orang lain. Kita dapat melakukan sebagaimana orang lain bisa melakukannya, meskipun ada juga yang tidak dapat kita lakukan sementara orang lain dapat melakukannya. Hal penting adalah, cobalah memulainya dan ikuti kesudahannya.

 

Manajemen Waktu

Kita sering membuang waktu. Ini kebiasan buruk yang sulilt dihilangkan. Kita mungkin duduk menghadapi ujian dan menemukan sejumlah kesulitan, kita sering berkata pada diri sendiri, ‘aku akan berusaha giat dan belajar lebih keras setelah ujian ini, aku harus belajar.’ Tetapi kenyataannya kita tidak melakukan apapun selain berkata pada diri sendiri bahwa kita akan melakukannya nanti, namun itu tak pernah dilakukan dan berujung dengan penyesalan.

Tidak ada resep untuk mengatasi hal ini kecuali lakukan penjadwalan (atau gunakan waktu sebaik mungkin). Apa yang harus kita lakukan adalah ‘rencanakan pekerjaan dan kerjakan rencana itu.’ Ini maksudnya bahwa kita harus menyusun jadwal yang jelas dan mentaatinya. Ini merupakan suatu aturan yang paling bijaksana sekaligus terberat dalam kegiatan belajar karena selain gangguan dan godaan biasa, sering  juga muncul interupsi-interupsi (gangguan-gangguan)  yang tidak diharapkan.

Tersedia cukup waktu dalam sehari untuk bercanda dan santai begitu pun untuk belajar, tetapi mungkin kita tidak mendapatkan kesempatan untuk semua itu kecuali kita menata waktu. Kita mungkin membuang-buang waktu jika kita tidak memiliki sebuah jadwal. Tugas-tugas kita akan menumpuk. Lebih lama kita menunda lebih banyak tugas tertumpuk. Lebih banyak tugas meng-hadang, lebih sedikit kesenangan kita memulai pekerjaan.

Jika sebuah jadwal dapat diren-canakan secara persis dan ditaati secara disiplin, maka sekurangnya ada dua keuntungan:

  1. Terdapat banyak kesempatan untuk memahami apa yang harus kita pelajari dan mengerjakan tugas yang banyak dengan penuh gairah dan kemudahan. Nyatanya, hal ini memungkinkan untuk mendorong pikiran seseorang dapat menerima dan memahami banyak hal secara bersamaan waktunya (simultan), artinya secara berkelanjutan berdasar akibat atau konsekuensi logis dari hal-hal yang terdahulu. Mustahil menyerap semua materi selama enam bulan dalam satu malam untuk sebuah ujian. Oleh karena itu, kita harus mempertanyakan kepada diri kita sendiri ada berapa banyak waktu yang tersedia, dan berapa banyak waktu yang kita perlukan untuk mengerjakan sesuatunya, bukan hanya berapa banyak yang kita lakukan.
  2. Perbaikan (revisi) dan pengulangan (resitasi) sangat bermanfaat, terkhusus buat mereka yang lemah daya ingatnya. Banyak orang merasa bahwa mereka gampang lupa. Tetapi sesungguhnya, mereka beruntung, karena semakin banyak mereka lupa semakin banyak yang mereka ingat. Walau demikian, penting buat kita – siapapun juga – mengulang sesegera dan sebanyak mungkin apa yang telah kita pelajari. Kita dapat belajar dari diagram berikut (diambil dari Deese 1964, setelah Spitzer 1939):
  3. Data menunjukkan efek dari pengulangan atau resitasi yang dilakukan oleh lima kelompok anak (A, B, C, D, E), dapat dikatakan bahwa sejelimet-jelimetnya materi ditelaah, sekitar 80% dari apa yang telah dipelajari akan terlupakan kecuali dilakukan suatu tindakan seperti resitasi, dan walaupun tindakan usaha mengingat dilakukan atas materi ter-sebut, karena kebanyakan proses pelupaan terjadi dalam waktu 24 jam, maka lebih cepat revisi atau resitasi dilakukan setelah belajar akan lebih baik. Lebih sering revisi atau resitasi dilakukan, maka lebih sedikit kesempatan untuk lupa.

 

Kesimpulan

Kesimpulannya, agar kita dapat belajar sebaik mungkin dan menjadi seorang pelajar yang berhasil, terdapat sejumlah faktor utama yang harus diperhatikan. Pertama, kenali atau identifikasi masalah-masalah kita. Rendahnya motivasi, tujuan belajar yang kurang jelas,

kurangnya konsentrasi, gugup dan tidak percaya diri, serta masalah penataan, pembagian waktu, adalah masalah-masalah utama yang biasa kita hadapi. Kedua, oleh karena itu kita harus membangkitkan motivasi diri, menetapkan tujuan-tujuan belajar, membangkitkan minat, dan juga konsentrasi, menumbuhkan kepercayaan diri, begitu pun merencanakan pekerjaan dan mengerjakan rencana tersebut. Lebih lanjut, revisi (perbaikan) dan resitasi amat berguna. Akhirnya kita dapat memilih metode-metode belajar yang sesuai dan meraih hasil yang menggembirakan.

 

Martapura, 23 Juli 2003

Diterjemahkan secara bebas oleh: Syaifu Yazan

dari Let’s be a Successful Student, tulisan Zubaidi Taqrib pada Hello English Magazine, No. 56, July 1988. Semarang.

 

 

TANGGUNG JAWAB SISWA

Jauh sebelumnya, siswa harus sadar akan pemenuhan tanggung jawab mereka. Sukses atau gagalnya mereka sangat bergantung kepada tingkat pemenuhan tanggung jawab tersebut.

Penekanan bahwa kesuksesan atau kega-galan belajar hanya bergantung pada rerata nilai tes, atau juga pada kehadiran di kelas, harus diubah sehingga para siswa mengerti bahwa hal ini hanya dua faktor dari sekian banyak faktor yang menentukan perolehan nilai akhir. Usaha untuk mewujudkan kesuksesan siswa harus merupakan kombinasi usaha atau kerja sama antara guru – siswa - dan orang tua. Guru senantiasa meningkatkan kualitas keprofesiannya dengan melakukan persiapan bahan pengajaran dan merancang strategi pengajarannya dengan sebaik mungkin, memberikan serangkaian evaluasi dan sebagainya. Siswa juga harus memenuhi tanggungjawabnya bila hendak berhasil. Tetapi apa yang harus siswa lakukan? Sejumlah tanggung jawab siswa dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Penanganan Tugas-tugas (PR)

Para siswa berkewajiban untuk:

  1. Menerima penugasan secara jelas dan teliti.
  2. Mengikuti petunjuk-petunjuk penyelesaian tugas sebagaimana dicontohkan.
  3. Bekerja secara jujur dan cermat.
  4. Mengerjakan secara lengkap semua tugas.
  5. Berusaha minta bantuan jika memang diperlukan.
  6. Mengerjakan tugas-tugas meskipun tidak hadir pada hari pemberian tugas-tugas itu.
  7. Secara berkala mengulang-ulang penugasan terdahulu (yang berkaitan).

 

  1. Keterlibatan dalam Kelas

Dalam ruang kelas, siswa harus selalu:

  1. Segera bersiap diri pada saat pelajaran mulai.
  2. Memiliki semua perlengkapan yang diperlukan: buku catatan, buku latihan, buku paket, pensil, pena dsb.
  3. Berusaha memusatkan perhatian terhadap bahan pelajaran yang dipelajari, disajikan.
  4. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan materi pelajaran yang disampaikan.
  5. Dengarkan pertanyaan-pertanyaan berikut jawaban-jawabannya yang dilontarkan pihak lain.
  6. Terlibatlah aktif dalam diskusi-diskusi.
  7. Jadilah sukarelawan dengan menjawab di papan tulis atau memberi jawaban di bangku belajar.

 

 

  1. Tes-tes

Hasil-hasil tes dapat dimaksimalkan jika siswa:

  1. Mengulang pelajaran jauh-jauh hari sebelumnya. Hal ini dimaksudkan supaya ada ruang waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, tidak terburu-buru dan dapat menunjukkan kemampuan seutuh-nya pada saat tes.
  2. Mempalajari bagian-bagian pelajaran yang sesuai dan mengerjakan model-model latihan soal pada buku-buku teks.
  3. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan ingat bahwa hasil akhir ditentukan atas dasar keseluruhan usaha bukan hanya pada tes.
  4. Memiliki semua perlengkapan yang diperlukan: pensil-pensil, jangka-jangka dsb.
  5. Mengikuti arahan-arahan dan membaca petunjuk-petunjuk secara cermat.
  6. Memperlihatkan seluruh pekerjaan dengan jelas.
  7. Mengerahkan seluruh usaha untuk meraih hasil terbaik pada setiap ujian.
  8. Mengerjakan PR-PR secara teratur.
  1. Kehadiran di Kelas

Siswa harus selalu ingat bahwa:

  1. Setiap hari absen dari pelajaran, terutama matematika, akan berdampak serius karena ini berarti kehilangan dua hari pelajaran, pertama pada hari tidak hadir dan kedua pada hari berikutnya, mengi-ngat pemahaman pada pelajaran berikutnya bergantung dari pemahaman pada pelajaran sebelumnya.
  2. Meninggalkan kelas adalah pelanggaran disiplin, selain kehilangan pelajaran.
  3. Datang terlambat berarti kehilangan saat-saat berharga di mana mungkin telah disampaikan bagian pelajaran yang amat penting. Selain itu, keterlambatan merupakan gangguan terhadap kelas dan guru yang tengah mengajar. Keterlambatan yang terus-menerus bisa jadi mencerminkan sikap kurang berminat siswa terhadap mata pelajaran bersangkutan.
  1. Disiplin

Prilaku menyimpang di ruang kelas akan mengganggu setiap orang. Prilaku ini tidak membantu malah dapat mempengaruhi guru untuk menumbuhkan perasaan negatif terhadap siswa yang berprilaku menyimpang tersebut, dimana secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perolehan nilai akhirnya.

  1. Sikap dan Usaha

Siswa harus peduli akan usaha yang baik dengan mencari bantuan ekstra bila diperlukan (dari guru, teman sekelas, atau dari kelompok tutor/pembimbing di dalam atau di luar sekolah), dengan melakukan kerja keras bila ditugasi, dengan tidak datang terlambat ke kelas atau dengan berprasangka positif terha-dap pelajaran yang dihadapi, dengan memenuhi segenap tanggung jawab sebagaimana diterakan sebelumnya.

 

 

      Setiap anak muda memiliki dua tangan. Guru memegang satu tangannya untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa dalam proses pendiikan, sebagaimana guru dilatih untuk menunaikan tugas ini. Tangan satunya lagi dipegang orang tua si anak, yang secara moral memiliki hak dan tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan kemampuan anak dengan sebaik-baiknya. Jadi, para orang tua  turut bertanggung jawab atas penampilan siswa dalam kelas.  Walau-pun mungkin mereka memainkan sedikit tanggung jawab dan meskipun tanggung jawab-tanggung jawab tersebut berbeda dengan yang dituntut dari siswa dan guru, hal ini tidak kalah penting. Pada kenyataannya, secara alami segenap tanggung jawab para orang tua  lebih jelas nampak, lebih meyakinkan dan berpengaruh.

 

Tanggung Jawab Orang Tua:

  1. Memeriksa dan meyakinkan bahwa para siswa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah mereka secara leng-kap dan teliti tatkala penugasan ini siswa terima.
  2. Menunjukkan per-hatian serius terhadap hasil-hasil tes siswa, memberikan dukungan dan membesarkan hati mereka secara tepat.
  3. Sekali waktu menghubungi guru untuk memantau kemajuan siswa.
  4. Mendiskusikan dengan anak-anak me-reka akan masalah-masalah yang mungkin berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
  5. Siap sedia memberikan bantuan tambahan ketika diperlukan.

 

Martapura, Sabtu, 02 November 2019

Disadur oleh Syaiful Yazan

dari Teaching Secondary School Mathematics, Alfred S. Posamentier & Jay Stepelmen. Merril Publishing Company, Columbus, Ohio, 1990.

 

  Thinking like a Genius

"Even if you're not a genius, you can use the same strategies as Aristotle and Einstein to harness the power of your creative mind and better manage your future."

The following eight strategies encourage you to think productively, rather than reproductively, in order to arrive at solutions to problems. "These strategies are common to the thinking styles of creative geniuses in science, art, and industry throughout history."

  1. Look at problems in many different ways, and find new perspectives that no one else has taken (or no one else has publicized!)

Leonardo da Vinci believed that, to gain knowledge about the form of a problem, you begin by learning how to restructure it in many different ways. He felt that the first way he looked at a problem was too biased. Often, the problem itself is reconstructed and becomes a new one.

  1. Visualize!

When Einstein thought through a problem, he always found it necessary to formulate his subject in as many different ways as possible, including using diagrams. He visualized solutions, and believed that words and numbers as such did not play a significant role in his thinking process.

  1. Produce! A distinguishing characteristic of genius is productivity.

Thomas Edison held 1,093 patents. He guaranteed productivity by giving himself and his assistants idea quotas. In a study of 2,036 scientists throughout history, Dean Keith Simonton of the University of California at Davis found that the most respected scientists produced not only great works, but also many "bad" ones. They weren't afraid to fail, or to produce mediocre in order to arrive at excellence.

  1. Make novel combinations. Combine, and recombine, ideas, images, and thoughts into different combinations no matter how incongruent or unusual.

The laws of heredity on which the modern science of genetics is based came from the Austrian monk Grego Mendel, who combined mathematics and biology to create a new science.

  1. Form relationships; make connections between dissimilar subjects.

Da Vinci forced a relationship between the sound of a bell and a stone hitting water. This enabled him to make the connection that sound travels in waves. Samuel Morse invented relay stations for telegraphic signals when observing relay stations for horses.

  1. Think in opposites.

Physicist Niels Bohr believed, that if you held opposites together, then you suspend your thought, and your mind moves to a new level. His ability to imagine light as both a particle and a wave led to his conception of the principle of complementarity. Suspending thought (logic) may allow your mind to create a new form.

  1. Think metaphorically.

Aristotle considered metaphor a sign of genius, and believed that the individual who had the capacity to perceive resemblances between two separate areas of existence and link them together was a person of special gifts.

  1. Prepare yourself for chance.

Whenever we attempt to do something and fail, we end up doing something else. That is the first principle of creative accident. Failure can be productive only if we do not focus on it as an unproductive result. Instead: analyze the process, its components, and how you can change them, to arrive at other results. Do not ask the question "Why have I failed?", but rather "What have I done?"

 

Adapted with permission from: Michalko, Michael, Thinking Like a Genius: Eight strategies used by the super creative, from Aristotle and Leonardo to Einstein and Edison

 

 

 

 

Pembelajaran Abad ke-21
I adapted this from an original video found here: http://youtu.be/OTIBDR4Dn2g. The original presentation was created as a summary of the ASB Unplugged Conference in Mumbai, India 2010. I wanted to add more multimedia and make it more visual as well as adjust a couple of the ideas.
Pembelajaran Abad ke-21

00:09:28
Views: 734767
Pembelajaran Abad ke-21

Youtube Smama

00:31:06
Views: 100
Youtube Smama

Youtube Smama

00:24:02
Views: 102
Youtube Smama

Youtube Smama

00:01:26
Views: 31
Youtube Smama

Youtube Smama

00:05:13
Views: 85
Youtube Smama

GALERI VIDEO SMAMA

 

 

SMAMA
Tayang Ulang Jakarta Osoji Club. Mohon ijin kepada JOC, Jakarta Osoji Club. Video ini sangat menginspirasi kami, khususnya siwa kami SMAN 1 Martapura. Kami mengunduhnya dan sering menayangkannya kepada siswa kami untuk motivasi dan inspirasi. Sebenarnya kami mencoba mencari tayangan/video ini di youtube, tetapi tidak menemukannya lagi, jadi kami mohon
SMAMA

00:19:51
Views: 188
SMAMA

SMAMA

00:05:39
Views: 807
SMAMA

SMAMA

00:11:59
Views: 6745
SMAMA

SMAMA

00:05:00
Views: 2124
SMAMA

 

Membimbing